Jejak Langkah

Jejak Langkah


Menekuni dunia tulis-menulis sejak duduk di bangku SMA, Edy A Effendi terus mengasah kemampuan menulisnya dan kemudian menemukan dunianya dalam ranah kepenyairan dan jurnalistik. Sebagai penyair, ia sudah beberapa kali mengikuti even-even berskala nasional dan internasional. Membaca sajak dan menjadi pembicara di berbagai forum sastra. Jejak kepenyairan inilah yang kemudian menggiring langkahnya menjajaki bumi Amerika Serikat.

Di negeri Paman Sam, pernah singgah di University of Southern California pada paruh 2007, sekadar ngopi dan membaca buku-buku sastra. Jejak-jejak seperti inilah menjadi momentum sosok Edy A Effendi bahwa pilihannya dalam dunia sastra bukan jalur yang sesat.
Di luar jejak kepenyairan, ia juga menggeluti dunia jurnalistik sejak tahun 1987. Terakhir dia menduduki jabatan sebagai Redaktur Budaya harian nasional MEDIA INDONESIA. Bekal sebagai penulis menjadikan dirinya mudah menempatkan profesi jurnalistik. Kemudahan ini dapat terlihat ketika ada workshop pelatihan penulisan editorial bagi wartawan Media Indonesia selama tiga hari di Anyer, Banten, ia menjadi juara satu penulisan editorial gelombang II. sebagai juara satu, otomatis ia menjadi penulis editorial yang setiap hari harus memantau berbagai gejolak kehidupan publik.
Di luar jejak penulis, ia pernah juga menjadi 10 pembaca puisi terbaik se DKI Jakarta dan beberapa kali menjuarai lomba baca puisi. Terakhir bersama Mudji Sutrisno dan Wicaksono Adi menjadi juri terakhir Khatulistiwa Literary Award. Sebuah ajang penghargaan bergengsi bagi sastrawan Indonesia terkemuka yang berhadiah Rp200.000 juta bagi dua pemenang antologi puisi dan novel atau kumpulan cerpen.

Dalam karir jurnalistiknya, kesan yang paling menggairahkan ketika membongkar kasus Menteri Agama Said Agis Munawar hingga sang menteri dan Dirjen Haji ditahan divonis lima tahun.
Beberapa tulisannya tersebar di media massa, khususnya soal sastra menghiasi pelataran koran Indonesia, khususnya koran Kompas. Selain menulis di media massa, ia juga menulis sembilan buku, 19 buku tokoh dan 29 sebagai editorial. Salah satu buku yang dia edit dan menjadi isu pembicaraan hangat di kalangan mahasiswa Islam adalah “Dekonstruksi Islam Madzhab Ciputat,” yang diterbitkan Penerbit Zaman, 1999. Selain itu, ia juga menjadi editor buku disertasi Prof Dr Greg Barton, yang dikenal sebagai penulis buku-buku Gus Dur itu. Editor buku Prof Dr Nurcholish Madjid, Prof Dr M Quraish Shihab dan beberapa tokoh lain.



Riwayat Pekerjaan
- 1990 —1992 Wartawan Panji Masyarakat
- 1992 —1994 Editor Tamu di Yayasan Wakaf Paramadina
- 1993 — 1995 Redaktur Budaya di Jurnal Ulumul Quran
- 1995 — 1996 Wartawan Majalah VistaTV
- 1997 — 2000 Wartawan Majalah Populer (yg soft porno itu yah?)
- 2001 — 2007 Wartawan Harian Media Indonesia
- 2008 — 2009 Staf Pengajar di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
- 2010 — 2014 Pemimpin Redaksi Tabloid Kabar Lain (ini tabloid bikin sendiri)
- 2016 — Sekarang Staf Pengajar di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Keanggotaan Organisasi 
- Pelajar Islam Indonesia (PII)
- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
- Syarekat Pembaca Dunia
- Estetika Publik

Pelatihan - Latihan Kader III HMI (1988)
- Latihan Penulisan satu bulan bagi Wartawan di LP3I, Ashadi Siregar Yogyakarta
- Pelatihan Penulisan Editorial selama tiga hari dan sebagai Juara 1 di MI.

Kegiatan Publikasi - Sebagian Artikel di Media Massa dan Buku
- Artikel “Fanatisme dan Keseragaman dalam Puisi,” dimuat Harian Umum Kompas, 9 Maret 1997
- Artikel “Sastra Islam dalam Bingkai Agama,” dimuat Bahasa Puisi dan Tanggung Jawab Penyair, dimuat Harian Umum Kompas, 1998
- Artikel “Puisi Indonesia: Sembunyi dalam Gelap,” dimuat Harian Umum Kompas, 1 September 1998
- Artikel “Kisah Sedih Sastra Islam,” dimuat Harian Umum Republika, 1998
- Artikel “Antologi Puisi: Revitalisasi Para Penyair,” dimuat Harian Umum Media Indonesia, 1998
- Artikel “Horison, Kebudayaan dan Tangan Dingin Goenawan Mohamad: Sebuah Refleksi,” dimuat Harian Umum Republika, 1998
- Artikel “Bahasa Puisi dan Tanggung Jawab Penyair,” dimuat Harian Umum Kompas, 13 Agustus 2000
- Artikel “Capaian Asketik Penyair Generasi 90-an,” Catatan Akhir Tahun, dimuat Harian Umum Kompas, 24 Desember 2000
- Artikel “Kritik Sastra: Isu Lama, Kemasan Baru,” dimuat Harian Umum Kompas, 29 Juni 2003
- Artikel “Ide, Tubuh Puisi dan Posisi Kritikus,” dimuat Harian Umum Kompas, 28 Mei 2006
- Artikel “Kawinnya Bahasa dan Pikiran,” dimuat Harian Umum Kompas, 5 Januari 2008
- Artikel “Paralogi: Satu Residu yang Tersisa,” dimuat Harian Umum Kompas, 21 Maret 2010.
- Artikel “Ruang Pertunjukan, Dunia Simulasi Kenyataan,” dimuat Harian Umum Kompas, 27 Mei 2012
- Artikel “Idealisme: Kuburan Massal Kaum Jurnalis,” dimuat Harian Umum Kompas, 07 Oktober 2012
- Artikel “Risalah Membaca Novel Sejarah,” dimuat Harian Umum Kompas, 11 Juni 2016
- Artikel “Tafsir Sastra dan Tindakan Reproduktif,” dimuat Media Indonesia, 26 Oktober 1997
- Artikel “Perjalanan Sastra Tanpa Jejak Bahasa,” dimuat Harian Umum Republika, 3 Februari 2008
- Artikel “Sumbangan Para Sufi pada Kehidupan,” dimuat Berita Buana, 26 Juni 1989
- Artikel “Menguak Keberadaan Novel Sejarah,” dimuat Harian Suara Karya, 12 Desember 1989
- Artikel “Tema-tema Lakon yang Dilumpuhkan,” dimuat Harian Umum Republika, 4 Juli 1993
- Artikel “Memerangi Imperialisme Budaya Dajjal,” dimuat di Harian Umum Media Indonesia, 1989
- Artikel “Rendra, Satu Pendekatan Tematik Qurani, dimuat Harian Umum Jawa Pos, 21 Maret 1993
- Artikel “Cerita Remaja: Dilema yang Berkepanjangan,” dimuat Harian Umum Media Indonesia, 1992
- Artikel “Neo-Horison dan Politik Jurnalisme Seni,” Sekitar Penerbitan Majalah Horison, dimuat Harian Umum Republika, 4 Juli 1993
- Artikel “Nilai Moral dalam Karya Sastra,” dimuat Harian Pelita, 1990
- Artikel “Sastra Indonesia dalam Gairah Suasana Mistis,” dimuat Harian Berita Buana, 1988
- Artikel “Mengenang Kong Fu Tzu, Mengingat Sutardji,” dimuat Harian Berita Buana, 1989
- Kolom “Lenong Rumpi dan Budaya Masturbasi,” Majalah Populer, Juni 1999
- Artikel “Hiruk Pikuk Penyair Abad 21,” dimuat Harian Umum Republika, 21 September 1996
- Artikel “Kritik Sastra Indonesia dalam ‘Pertikaian Kecil’ Masa Kanak-kanak,’ dimuat Harian Umum Republika, 27 April 1997
- Artikel “Potret Buram Pengajaran Sastra,” dimuat Harian Umum Republika, 30 November 1997
- Artikel “Sastra Islam di Tengah Krisis Intelektual,” dimuat Harian Umum Republika, 8 Maret 1998
- Artikel “Deddy Luthan, Koreografer dengan Lahan Penerbitan,” dimuat Majalah Populerm 1999

Wawancara Panjang dengan Para Tokoh
- Wawancara panjang dengan Goenawan Mohamad, dimuat Jurnal Ulumul Quran, 1994, bertajuk “Sastra Religius dan Ekspresi Keberagamaan.” Goenawan Mohamad, salah seorang penyair terkemuka Indonesia, dikenal sebagai pengibar lirisisme puisi Indonesia yang melakukan dekonstruksi kata sebagai beban ide. Menurutnya, kata tak hanya sekadar tanda suatu konsep atau ide, tapi juga merupakan benda yang berdiri sendiri.
- Wawancara panjang dengan Umar Kayam, dimuat Jurnal Ulumul Quran, bertajuk “Seni, Priyayi dan Transformasi Budaya,” dimuat 1995. Umar Kayam, selain dikenal Guru Besar sastra dan sosiologi UGM, juga dikenal sebagai budayawan, kolumnis dan novelis terkemuka Indonesia. Novel-novelnya sering dianggap sebagai cermin ketidak puasan terhadap pendekatan sosiologis para ilmuwan dalam membedah kebudayaan Jawa.
- Wawancara panjang dengan Dick Hartoko, dimuat Jurnal Ulumul Quran, bertajuk “Kerukunan Beragama dan Cara Memandang Kebu-dayaan,” 1995. Dick Hartoko, rohaniawan Katholik, sesepuh budawayan di Yogyakarta ini, pernah jadi Pemimpin Redaksi Basis. Kita tahu, melalui buku yang diterjemahkan Dick Hartoko, Strategi Kebudayaan, kita diingatkan bahwa kebudayaan harus selalau dianggap sebagai “kata ker-ja”. Kebudayaan adalah suatu proses.

Penerbitan Buku
- Buku “Dekonstruksi Islam Mazhab Ciputat,” Zaman Wacana Mulia, 1999
- Buku “Ramadan, Bulan Bertabur Keberkahan,” Penerbit Puspa Swara, 1999
- Buku “Melacak Jejak Kebudayaan Tangerang,” Estetika Publik, 2004
- Buku “Menolak Sastra Islam,” Estetika Publik, 2006
- Buku “Kota Tangerang, Kota Akhlakul Karimah,” Estetika Publik, 2007
- Buku “Islam dan Dialog Budaya,” Penerbit Puspa Swara, 1996
- Buku “Kota Tangerang, Wajah Kota Industri,” Penerbit Puspa Swara, 2005
- Buku “1001 Wajah Kota Tangerang,” Pustaka Publik, 2004
- Buku “Bersih itu Indah,” Pustaka Pubik, 2004
- Buku Puisi Percakapan Rahim, 2001

Pemakalah dan Narasumber
- Pemakalah pada Diskusi Sastra Kota “Sastra Kota, Membaca Konstelasi Kehidupan Sastra Kaum Urban,” makalah diskusi di Pusat Dokumentasi HB Jassin, 2003
- Pemakalah pada Kongres Cerpen Nasional 2, “Tumbuh Berkembang Cerita Pendek di Media Massa,” di Bandar Lampung, 2003.
- Pemakalah pada Asia Pacific Youth Conference, “Youth for Change; Ethical Leadership and Trust Building toward Global Change,” di Singapore, 2005, utusan Kemenpora RI
- Laporan Hasil Peneltian tentang Sastra Islam “Menolak Sastra Islam,” dibiayai Estetika Publik, 2001
- Pemakalah pada Seminar Sastra, dengan makalah “Angkatan Sastra: Resume yang Menyesatkan,” Diskusi sastra, 29 Agustus 1998, kerjasama Harian Umum Republika dan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) di Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin, Jakarta.
- Pemakalah pada Seminar Media Massa Peran Pers sebagai Pilar Demokrasi dalam Menyambut Pemilu 2014", dengan makalah “Bisnis Politik dan Era Baru Media. Di Mana Peran Mahasiswa?,” Universitas Pasundan, Bandung, 29 April 2014
- Pemakalah pada Seminar Media Massa di ITB, Bandung dengan makalah “Kuburan Massal Kaum Jurnalis,” 8 Desember 2013, di Masjid Salman, ITB, Bandung
- Pemakalah pada Seminar Nasional bertajuk Media Menggenggam Dunia dengan makalah “Mahasiswa, Arus Balik Informasi Media Mainstream,” Universitas Negeri Padang, Teater Tertutup FBS UNP, 16 November 2013
- Pemakalah pada Seminar Nasional Jurnalistik bertajuk Peran Mahasiswa dalam Mengawali Media Informasi dengan makalah “Peran Media dalam Kultur Pers Indonesia,” HIMA PBSI Uhamka, 7 – 8 April 2014, Aula Buya Hamka, FKIP Uhamka, Pasar Rebo, Jakarta
- Narasumber di Kenduri Cinta, pengajian bulanan Emha Ainun Nadjib di TIM, Cikini, Jakarta, Desember 2007 dan Maret 2015
- Narasumber di Suluk Maleman, Pati, Mei 2016

Kegiatan Lain - Pengamat Final Festival Teater Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta, 1994
- Juri Final Khatulistiwa Literary Award, 2003.
- Juri Puisi Tingkat Nasional, Pena Kencana, 2005
- Mediator antara IAIN Syahid Jakarta dan McGill University, Film Dokumenter Sekolah Dasar Islam yang dibuat sutradara Garin Nugroho
- Direktur Lab Teater Syahid, 2009
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Kisah Sedih Sastra Islam

Kisah Sedih Sastra Islam

Oleh Edy A Effendi PADA tahun 1948, sebuah sandiwara radio bertajuk Sinar Memancar dari Jabal An-Nu…