Inilah Penuturan Orang yang Memfitnah Saya

Inilah Penuturan Orang yang Memfitnah Saya

Saya jadi makin merasa bersalah dan malu bukan kepalang. Bagaimana tidak, belum selesai saya mengusir rasa bersalah yang gentayangan mengedor-gedor dinding ingatan saya, Lanang Sawah malah memberi saya semangat dan keberanian buat berkarya! Terus terang, saya jadi ingat kalau pepatah “air susu dibalas air tuba”, dalam konteks ini berubah menjadi “air tuba dibalas air susu”–keburukan saya dibalas Lanang Sawah dengan kebaikan. Ya! Lanang Sawah menularkan semangat dan keberanian penuh keyakinan kepada saya.
Saya memang masih harus banyak belajar, termasuk belajar membusukkan ingatan soal perbuatan buruk saya pada orang lain maupun Lanang Sawah. Dengan membusukkan segala ingatan buruk itu menjadi pupuk bagi pohon usia saya, kemudian saya membakarnya dengan kobaran semangat sekaligus keberanian dari berbagai sumber, termasuk dari Lanang Sawah, semoga saja buah-buah karya tulis saya pun berlahiran, terjun mengelinding hingga sampai ke mata pembaca, dan dapat dikunyah-nikmati siapa saja yang menyukainya. Amin.

Terus terang, saya jadi ingat kalau pepatah “air susu dibalas air tuba”, dalam konteks ini berubah menjadi “air tuba dibalas air susu”–keburukan saya dibalas Lanang Sawah dengan kebaikan. Ya! Lanang Sawah menularkan semangat dan keberanian penuh keyakinan kepada saya.
Soal tema politik identitas dalam ranah sastra, lagi-lagi saya tampaknya masih butuh waktu buat belajar lebih banyak. Tapi yang jelas, menyepakati saran Lanang Sawah, “jangan dibiarkan pikiranmu telanjang tanpa pakaian kebesaran bertajuk buku”, sedapat mungkin saya pasti mengembangbiakan kata-kata selembar demi selembar, menyusunnya jadi pakaian paling pas dengan benang-benang pikiran saya, seraya saya tetap berjuang menajamkan hati menjadi jarum yang merajut benang-benang pikiran saya. Dengan begitu, pakaian dari kata-kata yang saya ternakkan, bakal panjang umurnya buat membungkus badan saya.
Terima Kasih banyak atas Semangat, Keberanian, juga Kepercayaan-diri, yang sengaja ditularkan Lanang Sawah. Semoga kemuliaan selalu bersama beliau…

Catatan:
 Penulis di atas dulu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang memfitnah saya amat keji. Saya balas fitnah itu dengan menuntun dia jadi penulis. Lanang Sawah, nama akun Facebook, yang saya pakai pertama kali

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Jejak Langkah

Jejak Langkah

Menekuni dunia tulis-menulis sejak duduk di bangku SMA, Edy A Effendi terus mengasah kemampuan…