Mengenang Sobat Naufal Ramzy

Terbayang dalam ingatan saya CIputat era 80-an. Era di mana saya meracik pengetahuan sastra dan Islam. Satu dua pilar pengetahuan yang mengantar saya pada hakikat pengetahuan. Ilmu sastra merayakan estetika kata, Islam dengan Alquran sebagai petunjuk dan obat, melansir kata-kata yang sangat indah, sangat sastrawi

Gambar mungkin berisi: 1 orang, topi

Di Ciputat saya mengenal cukup baik sobat Naufal Ramzy Ramzy. Orangnya baik, ramah. Sejak kuliah dia mengharamkan rokok bagi dirinya. Rokok haram. Tentu dengan sifat yang sangat toleran, dia membebaskan kawan-kawan untuk merokok.

Selain pengharaman terhadap rokok, sholat di awal waktu, menjadi skema bagi laku lampahnya sehari-hari. Ini yang keren. Waktu itu, saya menganggap sholat hanya ritus yang membuang-buang waktu saja. Sholat terasa sangat mekanis. Seiring perjalanan waktu, pencarian bertahun-tahun, saya baru merasakan nikmatnya sholat. Tentu dengan konsep pemahaman sholat yang berbeda. Siapapun yang mendirikan sholat, Allah harusnya hadir.

Yang menarik dari sosok sobat Naufal Ramzy ini, selain pengharaman rokok dan sholat di awal waktu, pacarannya luar biasa dahsyat. Saya tahu beberapa kawan HMI selain Naufal, ada AlI Munhanif, yang juga tak kalah dahsyat soal pacaran. Ali bisa lebih asyik maksyuk di kamar kos Semanggi pas Jumat tiba bersama pacarnya ketimbang ke masjid.

Nah sobat Naufal ini, selain rajin sholat, pacarannya juga amat rajin. Pada titik inilah (waktu itu) saya bertanya untuk apa sholat jika tak berimbas pada laku? Sholat itu harus punya efek. Sholat itu mencegah dari laku mungkar ya harus bisa mengerem. Ngerem jari-jari kita, bibir kita, pandangan kita tuk beramal gairah dengan pacarnya.

Tiga dimensi kehidupan sobat saya; pengharaman rokok, sholat di awal waktu dan pacaran, berjalan seimbang. Setelah saya pelajari, sepertinya jejak sobat Naufal Ramzy ini, mengikuti napak tilas Bang Fachry Ali. Saya pernah satu kost dengan Ruhyaman. Dia berkisah betapa menariknya kisah cinta Bang Fachry Ali ketika mengembara di hutan belantara Ciputat. Mas Komaruddin Hidayat bisa memberi catatan tambahan di sini. Mas Komar satu angkatan dengan Bang Fachry, mungkin pas pacaran juga sering jalan bersama. Dorrrrr.

Terbayang dalam ingatan saya, CIputat era 80-an, saya hanya jadi penyaksi dan pencatat peristiwa. Saya tak bisa seperti sobat Naufal, mengharamkan rokok, sholat di awal waktu dan pacaran. Waktu kuliah, saya menjadi sosok lelaki cacat, yang selalu menjadi buah nyinyiran kawan-kawan. Ada perempuan yang luar biasa baik, menghibahkan cintanya dan hartanya untuk saya. Mencintai apa adanya.

Dia mencintai saya karena cacatnya. Dan dia pernah berujar, “jika kamu operasi mata, saya akan meninggalkan kamu”. Masya Allah begitu mulianya perempuan itu. Cinta tanpa syarat. 16 November 1994, setelah empat tahun dari kampus Ciputat, saya operasi. Satu-satunya perempuan yang menunggu saya operasi, ya dia. Dan benar, setelah operasi selesai, dia meninggalkan saya. Saya tertegun.

Untuk kamu, perempuan berhati mulia, doaku untukmu. Perempuan bersuara sangat merdu, pandai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Cacat saya inilah, yang menjadikan Akhmad Sahal dan Nadirsyah Hosein (belum pernah ketemu makhluk ini) selalu mengolok-olok saya di twitter dengan panggilan Dajjal Mata Satu. Sahal dan Nadir punya ilmu agama tinggi tapi tak berbekas dalam laku hidupnya. Untuk Sahal saya maklum, sosok yang abai soal sholat dan puasa selama di Ciputat, sangat wajar ilmunya tak punya getah. Tak ada vibrasi.

Moga sekelumit bayangan dan kenangan selama mengarungi hutan belantara Ciputat ini, menjadi momen kehidupan yang indah bagi saya pribadi. Kenangan yang indah, yang susah terlupakan ketika masih mengembara di Ciputat, saya sudah bisa menulis di koran-koran ternama termasuk Kompas, ketika masih menjadi mahasiswa. Sebuah capaian yang sulit direngkuh untuk manusia yang sering menghina fisik seseorang seperti Sahal. Hakikatnya ia sedang menghina Allah. Menghina fisik seseorang, hakikatnya ia sedang menghina Allah.

Written by
Edy A Effendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *